Senin, 11 Juni 2018

Mulai Usaha dan Dealing dengan Kerabat, Teman atau Saudara yang Tidak Support



Mungkin beberapa orang yang mulai usaha, misalkan dagang kecil-kecilan mengalami ini.

Contoh, beli baju di tanah abang, modal misal 100rb, jual 150rb. Mayan ya untung 50rb. Oke.

Ada cost yang ga keliatan kadang juga kelupa karena mungkin dianggap kecil
Bayangin kalau baru merintis, barang baru sanggup beli lusinan, biaya-biaya dibawah akan jadi besar relatif ke omsetnya. Beda hal nya dengan pemain besar, tapi tetap saja, biaya usaha tetap biaya.

Ada biaya
1. Transportasi
2. Parkir
3. Waktu
4. Gaji diri sendiri yang mesti sering ga kepikiran
5. Kalo bawa anak, anaknya jajan.

Dari untung yang kayaknya banyak 50rb, kepotong dah itu dengan biaya-biaya diatas, kadang-kadang mentok untung bersih nya cuma 5rb. Wow, waktu banyak tersita, capek, 5rb? Susah ya cari duit halal, ya emang susah.


Terus kita tawarkan lah dagangan itu. Karena yang paling murah itu media sosial. Post lah di Facebook, Instagram dan lain lain. Otomatis di follower atau friend kita itu ada teman, saudara dan kerabat.

Ada segelintir orang yang pakai titel ini untuk merasa di spesialkan.

1. "Wih jadi pengusaha ini, bisa lah gw dapet gratisan" ini contoh mental peminta-minta.

2. "Eh gw suka tu baju yang itu, diskon lah, ama temen ini" ini contoh temen palsu, temen yang jadi temen kamu cuma untuk kepentingan pribadi dia.

3. DM di instagram ceritanya, "eh aku udah like yang aku suka ya, nanti kirim ke aku, aku bantu kolaborasi promo" ini mental selebgram wannabe.

4. Nah yang ini yang epic ngomong nya ga ke sang pengusaha tapi ke orang-orang laen, "Eh eh, itu si anu, jualan baju, itu kan ngambil di tanah abang, modal 100rb, jual 150rb, mau cepet kaya apa? ngapain beli di dia, saya tau tempat sumber nya" Ini yang mutus rejeki orang, apa muka dua? dia awalnya dari tipe no.1 tapi di belakang jadi tipe no.4? Dunno

Kadang orang segelintir ini yang nutup rejeki teman kita yang baru merangkak dengan berdarah-darah untuk memulai usaha.

Tapi kita harus tau, baik buruk, semua akan dibalas secara adil, entah di dunia atau di akhirat. Jadi keep cool, respon dengan elegan, dan tetap berusaha.

Sebagai teman, saudara, kerabat yang baik, support lah si pengusaha yang sedang merintis, toh nanti nya kalau dia sukses, anda mesti kebagian rejeki.

Rejeki terkecil nih ya kalau orang dekat anda sukses.
1. Anda tidak di utangin
2. Muka dia akan sumringah ga asem, empet liatnya.

STOP MENTAL PEMINTA-MINTA, apa-apa mau mudah dan gratis. 

Mulailah peduli dengan orang, pahami tiap orang punya kesulitan dan problem masing-masing, begitu juga anda.

Sering merenung, tujuan hidup kita ini apa, yang pasti no.1 adalah beribadah. Beribadah itu bukan hanya solat, tapi juga perilaku, perilaku yang membuat orang nyaman disekitar kita, yang membuat kita bermanfaat, dan hidup berkah.

Memang sabar itu bagian dari ibadah, tapi sabar dan berdiam itu berbeda. Sabar itu juga berarti meredam emosi ketika coba menjelaskan hal yang membuat kita kesal, jadi maksud dan tujuan tersampaikan. Jangan sabar-sabar, trus tiba-tiba meledak dan kata-kata kasar yang keluar, itu bukan sabar, tapi mendendam.

Stop nonton sinetron, modal dikit pasang TV cable, sering-sering nonton discovery, national geography atau channel-channel manfaat laen, siapa tau anda terinsiprasi jadi pengusaha juga, dan sukses.

Ad

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Label

soluna (22) Motorcycle (21) Roda4 (21) nouvo (19) GoPro (18) Travelling (17) Do it Yourself (15) Jual (12) jupiter (10) mutasi (9) Jasa (3) office (3) vw (3) Atoz (2) King (2) gokart (1)